10 tahun lalu Asus memperkenalkan divisi baru bernama
Project G Guna menjawab tantangan industri PC gaming yang sedang berkembang
pesat.
Tak lama kemudian, Project G berubah menjadi Republic
of Gamers (ROG) dengan produkmotherboard pertamanya, Crosshair.
Satu dekade kemudian, Asus patut bangga karena banyak
rangkaian produk laptop gamingmereka di kategori ROG
sukses dan mendapatkan tempat khusus di 'hati' pengguna PC
dunia. Bagaimana dengan di Indonesia?.
Juliana Cen, Country Product Group Leader Asus
Indonesia menjelaskan kalau laptop konsumen Asus juga berhasil meraih posisi
nomor satu denganmarket share 50 persen.
"Pencapaian market share sebesar 50 persen
untuk laptop konsumen merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kita,"
jelasnya.
Bukan satu-satunya pemain di kategori laptop gaming, ROG membuktikan diri sebagai seri terbaik bagi gamer antusias dengan berhasil meraup 68 persen market share laptopgaming di Indonesia.
"Potensi pasar laptop gaming di Indonesia sangat besar, bisa terjual 80 ribu hingga
100 ribu unit setahun," ungkap Juliana.
Lalu strategi apa yang akan Asus lakukan untuk tetap
menjadi merek terbaik dan mampu mengungguli kompetitor?
"Semua vendor bisa umbar spesifikasi yang tinggi
untuk produk-produk mereka, namun kami tak hanya fokus dari segi hardware yang tinggi, tetapi juga beragam fitur," pungkas
Juliana.


No comments:
Post a Comment