Saturday, December 24, 2016

Google meluncurkan smartwatchnya awal 2017



"Smartwatch" Baru Google Meluncur Awal 2017
pabrikan asal Mountain View, AS itu beberapa kali sesumbar bahwa Android Wear 2.0 bakal meluncur pada 2017 mendatang namun belum memberi informasi waktu yang lebih spesifik.
Selain itu, Google juga belum menjelaskan apakah Android Wear 2.0 bakal di bawah brand Pixel atau tetap dalam naungan vendor yang membuatnya.
Selain itu, nama produknya tak berada di bawah bendera Pixel, melainkan tetap pada masing-masing manufaktur seperti yang sudah-sudah.

Chang enggan menyebut vendor mana saja yang akan merilis Android Wear 2.0 tahun depan. Yang jelas, vendor itu sudah pernah membuat Android Wear generasi pertama.
Ia juga masih irit bicara soal spesifikasi lengkap dan wujud dua Android Wear keluaran 2017, sebagaimana dilaporkan DigitalTrends dan dihimpun KompasTekno, Jumat (23/12/2016).
Pembocor ulung Evan Blass sebelumnya sudah berkoar-koar soal kehadiran Android Wear untuk 2017. Ia bahkan telah menyebut dua nama model, yakni Angelfish dan Swordfish.
Bocoran foto yang menunjukkan bentuk Android Wear 2.0 pun sudah terkuak di internet. Namun Chang tak mau memberi komentar soal foto itu.
Menurut isu yang beredar, Angelfish akan menjadi varian yang berukuran lebih besar. Beberapa fiturnya meliputi GPS, monitor detak jantung, dan koneksi LTE.
Angelfish lebih kurang mengingatkan pada Moto 360 dan LG Urbane 2nd Edition LTE. Varian Angelfish digadang-gadang menjadi smartwatch di segmen premium.
Selanjutnya, Swordfish punya fitur serupa Angelfish, kecuali GPS dan LTE. Ukurannya lebih kecil dan desainnya mirip dengan Pebble Time Round.
Tentu saja rumor yang berseliweran belum bisa dipercaya 100 persen. Kita tunggu saja kepastiannya dalam beberapa bulan ke depan.
Sumber: Kompas.com

Thursday, December 8, 2016

ROG Strix GL553 dan ROG Strix GL702, rilisan terbaru ASUS

Menandai kiprah 11 tahun seri ROG, ASUS meluncurkan dua laptop terbarunya yaitu seri ROG Strix GL553 dan ROG Strix GL702 Bertempat di Exodus Kuningan City Mal hari kamis (8/12). Kedua produk yang diperkenalkan oleh ASUS merupakan model terbaru dari lini ROG (Republic of Gamers) Strix yang menyasar kalangan menengah diantara gamers Entry-Level hingga Hardcore.

ASUS ROG GL702


ASUS ROG GL702 adalah varian terbaru dari notebook gaming Republic of Gamer yang menggunakan graphic card Nvidia GTX 1060 DDR5 dengan video memori 6GB. Selain menggunakan tiga buah kipas, notebook tersebut juga memiliki dua buah pipa tembaga (heatpipe) yang juga menjadi bagian dari solusi thermal untuk mengatasi suhu.
Di bandrol dengan harga Rp26.299.000 dan dilengkapi dengan masa garansi 2 tahun, ASUS ROG Republic of Gamers GL702 dilengkapi dengan RAM sebesar 16GB DDR4 ini dirancang dengan fitur keyboard 30 roll over serta mampu menyala memancarkan warna merah dikarenakan adanya backlit LED. Seperti diketahui, para gamer hardcore acapkali harus menekan banyak tombol untuk memberikan perintah di dalam permainan secara dengan cepat dan bersamaan.
Sementara untuk berkirim-terima data, Anda bisa mengandalkan USB Type-C 3.1 gen 2 yang telah dilengkapi dengan dukungan Thunderbolt 3. Kecepatan transfer yang mampu dicapai ketika mengirim data mencapai 10 Gbps. Dalam aplikasinya Anda hanya membutuhkan waktu 2 detik untuk mentransfer film berukuran 2GB.

Notebook gaming dengan prosesor Intel Generasi ke-6 i7-6700HQ ini dilengkapi dengan display berukuran 17,3 inci yang di-support dengan G-Sync Technology. Ukuran layar yang besar tentu saja sangat cocok digunakan untuk menikmati konten game. Sementara G-Sync akan membuat permainan Anda semakin mulus karena meniadakan stuttering, lag, dan juga tearing.
ASUS ROG GL702 memiliki media penyimpanan berbasis HDD berkecepatan 7200rpm sebesar 1TB. Storage-nya masih ditambah dengan Solid State Drive berukuran 256 GB menggunakan berbasis NVMe PCIe x4 serta sistem operasi bawaan Windows 10.
ASUS ROG GL553

ASUS GL553 adalah notebook gaming yang mengambil segmen pengguna yang mengincar produk-produk berspesifikasi tinggi namun dengan banderol harga yang lebih terjangkau. ASUS ROG Strix dijual dengan harga Rp17.799.000

Selain dilengkapi dengan jeroan internal yang canggih pada CPU dan GPU, notebook ini memiliki komponen lain yang mampu membuatnya “ngebut” ketika diajak bermain dan bekerja. Kekuatan komponen internal lain yang dimilikinya antara lain, kapasitas media penyimpanan berbasis HDD sebesar 1 TB 7200 rpm, RAM 16 GB menggunakan DDR4 berkecepatan 2133 MHz yang mampu ditambah hinga 32 GB.
Dalam rangka memberikan pengalaman gaming terbaik kepada para pengguna, ASUS juga bekerjasama denganMicrosoft menghadirkan perangkat-perangkat yang telah di-bundling dengan Windows 10.
Willy Hendrajudo, Windows Business Group Head, Microsoft Indonesia mengatakan, Windows 10 hadir dengan DirectX 12, sebuah API (Application Programming Interface) yang membantu pengguna untuk mendapatkan tampilan game yang lebih stabil, disertai dengan peningkatan kualitas grafik serta suara. “Windows 10 sendiri adalah platform yang diciptakan untuk berbagai kebutuhan salah satunya adalah gaming,” sebut Willy.
ROG GL553VW memiliki sebuah software yang didesain secara khusus oleh ASUS, untuk memaksimalkan performa dan kenyamanan ketika bermain. Aplikasi tersebut adalah ASUS Gaming Center, yang dengan aplikasi in, penggna dapat mengonfigurasi beberapa aspek seperti mengendalikan kecepatan kipas (fan) serta mengontrol beberapa mode gaming sesuai keinginan dan kebutuhan Anda.
Pada ASUS ROG GL553 juga terdapat sebuah software khusus yang dapat Anda pergunakan untuk menyempurnakan pengalaman bermain Anda ketika bermain game online. Aplikasi bernama GameFirst III, ketika dihidupkan, akan membantu pengguna untuk menyesuaikan bandwidth jaringan internet yang sedang digunakan, terfokus mengalir pada game yang sedang dimainkan.
Ketika bandwidth terpusatkan, secara otomatis permaian online yang sedang berjalan tidak akan mudah menjadi lag. Karena itu, pengguna akan dapat bermain dengan aman dan nyaman.
Melalui desain keyboard berfitur LED backlit yang memancarkan warna merah menyala, pengguna akan merasa semakin terhanyut ketika menjelajahi dunia game yang menegangkan.
“Ketika dinyalakan, keyboard ASUS ROG GL553VW akan memancarkan warna merah menyala. Hal tersebut selain membantu para gamer ketika harus bermain di tempat yang gelap, sekaligus menjadi penggunanya terlihat sangat keren dan tampil sangat profesional gamer ketika menggunakan notebook ini,” kata Juliana.
ASUS ROG GL553 pun memiliki keyboard dengan tingkat kedalaman sentuhan atau travel distance cukup dalam yakni 2,5 mm. Travel distance keyboard membuat pengguna akan merasakan kenyamanan yang luar biasa ketika menekan tombol demi tombolnya. Itu juga sekaligus menjadikannya nya memiliki tingkat kenyamanan yang sama dengan ASUS ROG G752.

Selain travel distance, ada pula fitur anti-ghosting 30 key rollover yang diberikan pada ASUS ROG GL553. Fitur tersebut akan membuat tombol-tombol pada keyboard mampu ditekan secara bersamaa apabila dibutuhkan. Fitur ini tentu saja sangat bermanfaat bagi para gamers karena umumnya sebuah game pasti mengharuskan pemainnnya untuk mengombinasikan beberapa tombol ketika bermain.

Republic Of Gamers Rajai Laptop Gaming



10 tahun lalu Asus memperkenalkan divisi baru bernama Project G Guna menjawab tantangan industri PC gaming yang sedang berkembang pesat.
Tak lama kemudian, Project G berubah menjadi Republic of Gamers (ROG) dengan produkmotherboard pertamanya, Crosshair.
Satu dekade kemudian, Asus patut bangga karena banyak rangkaian produk laptop gamingmereka di kategori ROG sukses dan mendapatkan tempat khusus di 'hati' pengguna PC dunia. Bagaimana dengan di Indonesia?.
Juliana Cen, Country Product Group Leader Asus Indonesia menjelaskan kalau laptop konsumen Asus juga berhasil meraih posisi nomor satu denganmarket share 50 persen.
"Pencapaian market share sebesar 50 persen untuk laptop konsumen merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kita," jelasnya.
Bukan satu-satunya pemain di kategori laptop gaming, ROG membuktikan diri sebagai seri terbaik bagi gamer antusias dengan berhasil meraup 68 persen market share laptopgaming di Indonesia.
"Potensi pasar laptop gaming di Indonesia sangat besar, bisa terjual 80 ribu hingga 100 ribu unit setahun," ungkap Juliana.
Lalu strategi apa yang akan Asus lakukan untuk tetap menjadi merek terbaik dan mampu mengungguli kompetitor?
"Semua vendor bisa umbar spesifikasi yang tinggi untuk produk-produk mereka, namun kami tak hanya fokus dari segi hardware yang tinggi, tetapi juga beragam fitur," pungkas Juliana.



gagal mendarat, SU-33 Rusia jatuh ke laut


Su-33 terjatuh ke dalam laut saat akan mendarat di dek penerbangan Admiral Kuznetsov. Pesawat tempur multiperan yang berbasis dikapal induk itu tercebur ke laut setelah melakukan dua kali usaha pendaratan di atas kapal induk yang sebenarnya dalam keadaan cuaca yang baik.
Menurut laporan, tampaknya penyebab jatuhnya Su-33 akibat kegagalan kabel penangkap pendaratan menangkap kait pada ekor Su-33. Sumber yang lain menyatakan penyebab jatuhnya Su-33 akibat tali pengait pendaratan putus. Pilot berhasil eject keluar dan dijemput oleh helikopter SAR Angkatan Laut Rusia.
seperti kasus sebelumnya pada 14 November,Rusia kehilangan MiG-29K  yang jatuh ke laut saat akan melakukan pendaratan diatas kapal induk. MiG-29K tidak bisa mendarat dan kehabisan bahan bakar akibat putusnya beberapa tali penangkap pendaratan.
Jatuhnya Su-33 merupakan kerugian besar kedua bagi resimen udara Admiral Kuznetsov dalam waktu kurang dari tiga minggu dan menjadi pukulan berat bagi Angkatan Laut Rusia selama melakukan operasi penyebarannya di Suriah.