Pesawat
terbang menjadi alat transportasi yang selalu digunakan banyak orang untuk
berpergian ke suatu tempat karena lebih efisien dan cepat.
Di zaman
modern seperti sekarang, pesawat terbang sudah dirancang dengan model dan
teknologi canggih. Belum lagi fasilitasnya yang memuaskan para penumpang. Hal
inilah yang menjadikan pesawat terbang semakin digemari oleh publik. Indonesia
sebagai negara yang berkembang sedang mengembangkan bidang industrinya terutama
dalam membuat dan mengembangkan pesawat.
Salah
satu perusahaan yang lagi giat-giatnya membangun dan mengembangkan pesawat
adalah PT. Dirgantara Indonesia dan beberapa perusahaan lainnya. Berikut adalah
pesawat-pesawat buatan anak bangsa :
1.
R-80
R80 merupakan pesawat komersial
berbasis Turboprop dirancang oleh BJ Habibie dan anaknya Ilham Akbar Habibie. RAI
R-80 adalah pesawat penumpang regional jarak
pendek bermesin twin-turboprop yang
dibangun perusahaan pesawat Indonesia Regio Aviasi Industri. Pesawat ini memiliki kapasitas 80 hingga 92
penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal dan dioperasikan oleh dua kru
penerbang. RAI R-80 dikembangkan dari N-250 dalam usaha untuk membangkitkan kembali industri
dirgantara di Indonesia. Proyek R-80 diluncurkan tahun 2012, dan purwarupa
pertama akan diluncurkan pada tahun 2017.
2. N-219
N-219 adalah pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI)
dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat ini
terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini
dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang
memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga
kargo. Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengatakan
jadwal penerbangan perdana pesawat N219 produksi terbaru perusahaannya bersama
Lapan direncanakan November 2016.
·
Fungsi:
angkut penumpang dan kargo (Multi fungsi, dapat dikonfigurasi ulang)
·
Kapasitas:
19 Penumpang (konfigurasi tiga sejajar)
·
Kinerja
lepas landas dan mendarat: jarak pendek/STOL (600 m)
·
Biaya
operasional: rendah
·
Mesin: 2 x
850 shp
3.
KFX/IFX
Pemerintah Indonesia
dan Korea Selatan sepakat membangun jet tempur bersama. Proyek pengembangan
pesawat tempur tersebut bernama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter
Xperiment (KFX/IFX). Untuk varian Indonesia, jet tempur tersebut bernama IFX.
Jet tempur generasi
4.5 ternyata dirancang mengungguli fighter atau jet tempur yang ada saat ini
yakni di atas F-16, F-18, Sukhoi-35, Dassault Rafale hingga Eurofighter Typhoon.
Korsel dipilih karena
bersedia memberikan penguasaan teknologi sampai 100%. Indonesia juga dilibatkan
dari awal pengembangan hingga produksi. Padahal, andil Indonesia hanya 20% dari
total proyek yang senilai US$ 8 miliar atau Rp 111,52 triliun (US$ 1 = Rp
13.940).
Indonesia
dikabarkan akan menerima prototype KFX/IFX ini pada tahun 2021. Kita berharap
saja jet tempur hasil kerjasama Korea Selatan dan Indonesia ini cepat rampung
dan Indonesia bisa segera memproduksi jet tempur sendiri.






No comments:
Post a Comment